Jumat, 22 Januari 2021

UAS Manajemen Pemasaran

Susanti_180321100037_A

Saya merupakan manajer pemasaran pada PT. Makmur Jaya yang memproduksi beras Merah Organik. Tujuan dari perusahaan kami yaitu untuk menjadi perusahaan terbaik di Indonesia dengan target omzet Rp. 1.000.000.000 dibulan Januari 2021.” Berikut adalah analisis yang akan saya lakukan sebagai seorang manajer pemasaran pada PT. Makmur Jaya:

1. Menentukan STP (Segmenting, Targetin dan Positioning) pada Produk Beras Merah Organik 

a. Segmenting
 Merupakan proses awal dalam sebuah pemasaran, pada proses ini saya akan mengelompokkan konsumen berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, profesi dan pendapatan. 
• Jenis Kelamin : Perempuan dan laki-laki
• Usia : dari anak-anak hingga lanjut usia (semua kalangan)
• Tingkat Pendidikan : Paud sampai Perguruan Tinggi
• Profesi : Semua profesi ( baik itu guru, wirausaha, pegawai swasta ataupun PNS)
•Pendapatan : Menengah keatas 

b. Targeting 
Adalah memutuskan target konsumen yang akan diprioritaskan. Pada Perusahaan saya memprioritaskan pendapatan menengah atas dan usia  untuk semua kalangan baik itu anak" hingga lanjut usia karena produk beras merah yang saya jual memiliki kualitas yang baik. 

c. Positioning
Bertujuan untuk mempengaruhi bagaimana segmen pasar (konsumen) menilai produk maupun jasa dengan pesaing . Positioning dari produk kami adalah dilihat dari segi harga lebih murah dibandingkan pesaing yang menjual produk serupa, produk beras kami sudah dipastikan mengandung 0% lemah sehingga cocok untuk diet dan produk beras merah kami 100% original.

2. Bagaimana Bauran Pemasaran dari produk Beras Merah Organik tersebut agar tercapai target omzet. 
      Bauran pemasaran atau disebut marketing mix terdiri dari 4P yaitu product, price, place, dan promotion. 
a. Produk yang kami jual adalah beras merah dengan kualitas terbaik dan 100% organik, original.
b. Harga yang di tetapkan kami yaitu lebih murah dibandingkan pesaing dengan target konsumen yang sama. 
c. Tempat yang digunakan dalam menjual beras merah ini melalui media online yaitu seperti shopee, instagram dan facebook.
d. Promosi yang kami lakukan yaitu dengan cara memanfaatkan media yang kami gunakan yaitu, shopee, Ig dan facebook disitu saya akan mengeposting poster mengenai produk beras merah kami.

3. Buatlah contoh media promosi beras merah organic dalam bentuk gambar yang siap diupload di media social 



4. Apabila perusahaan bermaksud untuk melakukan impor beras merah organic, analisis bagaimana daya saing beras merah organic di pasar asean  

Untuk peluang pasar produk beras merah organik di asean masih terbuka lebar dilihat segi permintaan akan ekspor juga masih cukup tinggi. Untuk itu perusahaan akan mulai melakukan ekspansi pasar ke berbagai negara di asean dengan menargetkan pusat perbelanjaan di wilayah asean. Dan perusahaan sebelum melakukan impor terlebih dahulu harus menganalisis dari berbagai aspek seperti keaslian produk dan kualitas produk.

Kamis, 14 Januari 2021

Mengevaluasi Keunggulan Kompetitif dari Produk

 A. Konsep Keunggulan Kompetitif dari Produk

     Keunggulan kompetitif merupakan kemampuan perusahaan untuk memiliki kinerja yang jauh lebih tinggi dan unggul dibandingkan kompetitor dalam industri sejenis melalui karakteristik dan sumber daya yang dikelola secara maksimal. Keunggulan kompetitif bisa dikatakan unik, karena setiap perusahaan memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Namun apakah perusahaan itu dapat memaksimalkan keunggulan tersebut menjadi nilai yang dapat menguntungkan perusahaan atau sebaliknya. terdapat tolak ukur agar mengetahui perusahaan memiliki keunggulan kompetitif, yaitu:  Keunikan produk, Kualitas produk, Harga bersaing, Penghematan biaya. 

B. Ciri-Ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan Permintaan dan Penawaran

1. Pasar potensi (potential market)

Pasar potensi dapat didefinisikan oleh sekumpulan orang (konsumen) yang mempunyai keinginan atau minat tertentu terhadap penawaran pasar tertentu. Misalnya semua orang yang menyatakan keinginan (minatnya) untuk membeli sebuah mobil.

2. Pasar yang tersedia (available market)

Sebagai sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, akses dan penghasilan terhadap pasar tertentu. dalam pasar ini konsumen sanggup tau punya kemampuan (daya beli) untuk membeli mobil.

3. Pasar tersedia yang memenuhi syarat (qualified available market)

Sekumpulan pembeli yang mempunyai minat, akses, penghasilan dan kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu.

4. Pasar yang dilayani (served market atau terget market)  

Pasar yang meruapakan bagian dari pasar tersedia yang memenuhi syarat yang ingin dimasuki oleh sebuah perusahaan. Misalnya, saat produsen mobil memutuskan untuk memusatkan perhatian pemasarannya dan distribusinya di Jakarta, maka Jakarta menjadi pasar yang dilayani.

5. Pasar penetrasi (penetrated market)

Sekumpulan konsumen (pembeli) yang benar-benar telah membeli produk. Jadi dalam hal ini yang termasuk dalam pasar penetrasi adalah mereka (konsumen) yang telah sungguh-sungguh membeli mobil produsen tersebut.

      Dalam melakukan analisis pasar yang pontesial harus melakukan pendekatan penawaran dan pendekatan permintan dari dari suatu produk. Dibawah ini merupakan penjelasan mengenai pendekatan permintaan dan pendekatan penawaran.

1. Pendekatan Permintaan

Pendekatan permintaan adalah suatu analisis yang menekankan pada kebutuhan manusia yang sampai saat ini belum sepenuhnya terpenuhi atau sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di pedesaan membeli barang atau produk dikota. Hal ini diartikan bahwa, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal.

2. Pendekatan Penawaran

Pendekatan penawaran dimulai dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk atau barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing. Dengan kualitas genteng yang bersaing tersebut, dapat dilihat minat konsumen untuk membeli genteng yang lebih mahal dengan kualitas sama atau membeli genteng yang harganya sama dengan kualitas yang baik.

C. Ciri dan Teknis Menentukan Ceruk Pasar

Pasar ceruk (niche market) adalah segmen spesifik dan kecil dari sebuah pasar dengan lebih sedikit pesaing daripada pasar secara keseluruhan. Segmen ini terdiri dari sekelompok konsumen dengan karakteristik yang serupa. Mereka memiliki kebutuhan dan preferensi yang unik, yang mana membuat mereka berbeda dari konsumen di pasar pada umumnya. Misalnya, ceruk pasar yaitu Betadine menggunakan strategi ceruk pasar yang menjadi pemimpin obat luka dari pasar obat.

• Ciri-ciri ceruk pasar yaitu:

1. Pelanggan dalam suatu ceruk memiliki kumpulan keutuhan yang berbeda.

2. Bebrsedia membayar harga tambahan pada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan pelanggan.

3. Ceruk terebut tidak mungkin menarik pesaing lain.

4. Perusahaan pengisi ceruk mendapatkan penghematan tertentu karena spesialisasi.

5. Ceruk memiliki ukuran, laba, dan potensi pertumbuhan yang memadai

     Strategi ceruk pasar (niche market) adalah rencana bisnis yang fokus pada peluang usaha untuk menggapai satu kelompok konsumen dan satu segmen populasi yang terdefinisi dengan baik. Mulai dari kisaran harga, kualitas produksi yang sesuai dengan demografi target konsumen. Hal yang harus menjadi catatan bahwa terkadang ceruk pasar itu adalah buatan atau rekayasa dengan mengidentifikasi kebutuhan kelompok masyarakat tertentu.

• Strategi menentukan Ceruk Pasar

  Strategi yang digunakan dalam ceruk pasar yaitu dengan spesialisasi seperti berikut: Spesialisasi geografis, Spesialisasi harga- kulitas, Spesialisasi pelanggan, Spesialisasi pelayanan, Spesialisasi pemakai akhir, Spesialisasi pesanan, Spesialisasi prroduk atau lini produk, Spesialisasi saluran, Spesialisasi ukuran pelanggan, Spesialisasi vertical.

• Menentukan ceruk pasar dari market place:

1. Memanfaatkan fiturr pencarian dalam kategori tertentu sesuai ceruk pasar yang dipilih.

2. Ketik kata kunci lebih spesifik

3. Melihat jumlah item yang dijual

4. Memanfaatkan firut saringan untuk mendapatkan hasil maksimal.

• Menentukan ceruk pasar menggunakan Google trends:

1. Melihat voume pencarian dengan menggunakan kaa kunci

2. Menggunakan fitur pencarian popular

3. Menentukan wilayah, jangka waktu, kategori.

D. Ciri-Ciri Produk yang Marketable untuk Ekspor

a. Strategi produk

 Produk yang dipasarkan harus berkualitas dan unik agar memiliki nilai jual yang tinggi. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan adanya proses produksi produk yang jelas dari tangan para ahli di dalam bidangnya. Selain itu juga harus dilakukan pengecekan standar dan mutu kualitas produk. Produk yang dihasilkan juga harus sesuai dengan kebutuhan atau permintaan calon konsumen. 

b. Strategi harga

Strategi harga termasuk faktor penting didalam dunia pemasaran harga merupakan acuan bagi perusahaan untuk mengetahui suatu perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan.

c. Strategi distribusi

Strategi distribusi adalah bagaimana cara perusahaan dalam mendistribusikan atau menyampaikan produk kepada konsumen akhir. Bagi perusahaan bisa memilih kurir yang berkualitas agar suatu produk tersebut dapat menembus pasar internasional. Kurir haruslah dapat memberikan pelayanan yang memuaskan dan juga memiliki ketepatan waktu dalam proses pengiriman serta menjaga keaamanan produk sampai ke tangan konsumen.

d. Strategi promosi

Promosi adalah kegiatan mengenalkan produk kepada konsumen untuk memperluas pangsa pasar. Promosi merupakan langkah awal sekaligus ujung tombak dari penjualan suatu produk. Promosi bisa dilakukan secara langsung melalui secara lisan atau melalui media sosial.

Kamis, 07 Januari 2021

BAURAN PEMASARAN PROMOSI

1. Konsep Inti Promosi

    Konsep merupakan sebuah gagasan atau ide yang dituangkan dalam bentuk kata atau simbol yang juga merupakan sebuah ilmu pengetahuan. Sedangkan promosi adalah sebuah usaha untuk menawarkan sebuah produk atau jasa dengan tujuan menarik pembeli atau konsumen untuk mengonsumsi barang atau jasa yang ditawarkan. Jadi konsep promosi adalah sebuah gagasan atau ide sebagai bentuk usaha untuk menawarkan produk atau jasa yang betujuan untuk menarik konsumen agar mau membeli atau mengonsumsi barang atau jasa yang ditawarkan. 

2. Bentuk-bentuk Promosi

a. Periklanan 

    Periklanan merupakan komunikasi atau pesan-pesan penjualan yang dilakukan oleh perusahaan melalui sponsor atau lembaga lain di luar perusahaan dengan mengeluarkan sejumlah biaya. Iklan dapat dikatakan sebagai nonpersonal selling, karena penjualan tidak dilakukan secara langsung oleh seorang penjual. Iklan atau advertensi merupakan cara penyajian cetakan, tulisan kata-kata, gambar atau menggunakan orang, produk atau jasa yang dilakukan oleh suatu lembaga (perusahaan iklan) dengan maksud untuk mempengaruhi dan meningkatkan penjualan, meningkatkan pemakaian atau memperoleh suara, dukungan atau pendapat.

     Periklanan pada perusahaan dengan bantuan media tertentu seperti Koran, majalah, televisi, radio, papan iklan atau media sosial. Periklanan ini membantu dalam menyebarkan kesadaran tentang perusahaan ataupun produk dan layanan tertentu. Iklan dikomunikasikan melalui berbagai media massa seperti media tradisional seperti brosur, koran, majalah, televisi, radio, iklan ruangan luar ataupun ruangan dalam serta surat yang ditujukan pada calon pembeli.

b. Pameran Dagang

    Pameran dagang adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru. 

c. In House Promotion

     Merupakan Kegiatan promosi yang dilakukan secara internal dalam suatu perusahaan.

d. Public Realtion

    Public relation merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan dengan iklan, public relation mempunyai kredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan.

e. Familiarisation

     Familiarization adalah kegiatan promosi untuk mengenalkan keunggulan yang dimiliki oleh produk. Familiarization juga merupakan tahapan pengenalan produk dalam upaya menawarkan produk yang dijual kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

f. Signage,

    Signage merupakan salah satu sarana iklan yang lama yaitu berupa bentuk promosi yang dilakukan dengan memanfaatkan papan informasi yang berada dipinggir jalanan dimana infromasi yang tersaji berupa produk, harga, dan nilai keunggulan dari suatu produk yang ditawarkan.

g. Tampilan (display)

     Display Merupakan penataan produk barang yang diterapkan perusahaan tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen. bentuk promosi yang dilakukan seseorang melalui sebuah media berupa layar atau monitor baik dari gadget maupun media televisi. 

3. Pemilihan Media Iklan

    Media periklanan merupakan suatu wadah atau perangkat yang menyediakan informasi sebuah produk yang ditawarkan dari harga hingga nilai keunggulan dari produk tersebut. Beberapa media iklan sebagai berikut :

a. Med Televisi

    Media televisi adalah media salah satu dari media elektronik yang mempunyai jangkauan luas, mempunyai kemampuan unik untuk mendemonstrasikan penggunaan produk, menjangkau konsumen secara serempak melalui indra pendengaran dan penglihatan. Televisi juga mempunyai kemampuan untuk muncul tanpa harapan.

b. Media Radio

    Media radio adalah media yang mempunyai jangkauan selektif calon pelanggan pada tingkat perorangan dan akrab, pesan-pesan mereka muncul seolah-olah mereka berbicara kepada khalayak secara pribadi dengan tidak menggunakan visualisasi.

c. Media Surat Kabar

    Media surat kabar adalah media yang mampu menyajikan pesan dengan rinci melalui media cetak dimana pembaca berada dalam kerangka mental yang benar untuk memproses pesan.

   Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif antaralain :

a. Tentukan Budget

b. Tentukan Segmen Pasar

c. Materi iklan

d. Media online atau offline atau keduanya

e. Jasa advertisement

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk promosi

    Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan  yaitu :

a. Jenispasar produk.

    Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar industri. Pada perusahaan barang konsumsi akan lebih memusatkan pada promosi penjualan, periklanan, penjualan perorangan dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Sedangkan perusahaan industri akan lebih memusatkan pada penjualan perorangan, promosi penjualan, periklanan dan hubungan masyarakat.

b. Strategi dorong lawan strategi tarik.

    Bauran promosi sangat dipengaruhi oleh apakah perusahaan memilih strategi dorong atau strategi menarik untuk menciptakan penjualan. Pada strategi dorong, penjualan perorangan dan promosi penjualan yang lebih diperhatikan sedang pada strategi tarik, periklanan dan promosi kepada konsumen akan lebih berperan.

c. Kesiapan tahap pembeli.

    Alat-alat promosi memiliki efektivitas biaya yang berbeda pada berbagai tingkat kesiapan pembeli. Periklanan dan publisitas memiliki peranan dalam tahap membangun kesadaran. Pengertian pelanggan akan dipengaruhui oleh penjualan perorangan. Sedangkan pemesanan dan pemesanan kembali akan dipengaruhi oleh penjualan perorangan dan promosi penjualan. Jadi pada tahap-tahap awal dari proses keputusan pembeli, periklanan dan publisitas akan lebih berperan dan pada tahap-tahap akhir, penjualan perorangan dan promosi penjualan lebih efektif.

5. Strategi Promosi dengan melihat Siklus Hidup Produk

a. Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan

    Pada strategi ini, periklanan dan publisitas memiliki tingkat efketivitas biaya tertinggi, penjualan perorangan untuk memperoleh cakupan distribusi dan promosi penjualan untuk mendorong konsumen agar mencoba produk. Terdapa empat strategi  yaitu:

• Strategi peluncuran cepat (rapid skimming)

• Strategi peluncuran lambat (slow skimming)

• Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration)

• Strategi penetrasi lambat (slow-penetration)

b. Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan

    Strategi ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat.  Beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar selama mungkin:

• Meningkatkan kualitas produk

• Menambah model baru dan produk penyerta

• Memasuki segmen pasar baru.

• Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.

c. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan atau kemampuan

    Pada tahap ini, promosi penjualan, periklanan dan penjualan perorangan makin penting, sesuai dengan urutan tersebut. Suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.

d. Strategi Pemasaran Tahap Penurunan

    Pada tahap ini, promosi penjualan tetap kuat, periklanan dan publisitas dikurangi dan penjualan produk hanya perlu memberikan sedikit perhatian pada produk. Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, danmeningkatnya persaingan. 

Kamis, 31 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN PRICE (Harga)

   Harga adalah suatu nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah yang digunakan dalam pertukaran/transaksi atau sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa.

1. Konsep Penetapan Harga

   Penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima perusahaan dari produk atau jasa yang dihasilkan. Penetapan harga mempengaruhi pendapatan total dan biaya total, maka keputusan dan strategi penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap perusahaan. Kuantitas barang yang dijual berpengaruh terhadap biaya yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan pengadaan barang bagi perusahaan dagang dan efisiensi produksi bagi perusahaan manufaktur. Maka harga berpengaruh terhadap pendapatan, sehingga harga berpengaruh terhadap laba usaha dan posisi dari keuangan perusahaan.
   Menetapkan satu harga untuk semua pembeli merupakan ide yang dapat dikatakan modern yang muncul saat bermula nya perdagangan eceran skala besar yang terjadi pada akhir abad ke sembilan belas karena pada saat itu perdagangan terjadi dikarenakan penjualan dengan begitu banyak barang dan memperhatikan banyak nya karyawan.

2. Tujuan Penetapan Harga

a. Bertahan 

   Tujuan penetapan harga bagi perusahaan mana pun adalah untuk menetapkan harga yang masuk akal bagi konsumen dan juga agar produsen dapat bertahan di pasar.

b. Meningkatkan laba saat ini 

   Sebagian besar perusahaan mencoba memperbesar margin laba dengan mengevaluasi permintaan dan penawaran jasa dan barang di pasar. Jadi harga ditetapkan sesuai dengan permintaan produk dan pengganti produk tersebut. Jika permintaan tinggi, harga juga akan tinggi.

c. Penguasaan pasar

   Perusahaan memberlakukan angka rendah untuk barang dan jasa untuk mendapatkan ukuran pasar yang besar. Teknik ini membantu meningkatkan penjualan dengan meningkatkan permintaan dan menurunkan biaya produksi.

d. Pasar untuk ide inovatif

    Suatu perusahaan menetapkan harga tinggi untuk produk dan layanan mereka yang sangat inovatif dan menggunakan teknologi mutakhir.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penepatan harga

a. Faktor yang secara langsung

adalah harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, peraturan pemerintah, dan faktor lainnya. 

b. Faktor yang tidak langsung 

Namun faktor ini erat dengan penetapan harga antara lain yaitu harga produk sejenis yang djual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subtitusi dan produk komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen. 

4. Metode Penetapan Harga

Metode penetapan harga dibagi menjadi dua bagian:

1. Metode Penetapan Harga Berorientasi Biaya

a. Cost-Plus Pricing

    Dalam penetapan harga ini, pabrikan menghitung biaya produksi yang dipertahankan dan memasukkan persentase tetap (juga dikenal sebagai mark up) untuk mendapatkan harga jual. Peningkatan keuntungan dievaluasi pada biaya total (biaya tetap dan variabel).

b. Mark Pricing

   Jumlah tetap atau persentase dari total biaya suatu produk ditambahkan ke harga akhir produk untuk mendapatkan harga jual suatu produk.

c. Target-Returning Pricing

   Perusahaan atau firma menetapkan biaya produk untuk mencapai Tingkat Pengembalian Investasi.

2. Metode Penetapan Harga Berorientasi Pasar

a. Perceived-Value Pricing 

   Dalam metode ini, produsen menetapkan biaya dengan mempertimbangkan pendekatan pelanggan terhadap barang dan jasa, termasuk elemen lain seperti kualitas produk, iklan, promosi, distribusi. Yang dimana memengaruhi sudut pandang pelanggan.

b. Value pricing

    Di sini, perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tetapi harga rendah.

c. Going-Rate Pricing 

   Dalam metode ini, perusahaan meninjau tarif pesaing sebagai dasar dalam menentukan tarif produk mereka. Biasanya cost produknya kurang lebih sama dengan kompetitor.

d. Aucti Type Pricing 

   Dengan lebih banyak penggunaan internet, metode penetapan harga kontemporer ini berkembang dari hari ke hari. 

e. Differential Pricing 

   Metode ini diterapkan ketika harga harus berbeda untuk kelompok atau pelanggan yang berbeda. Di sini, harga mungkin berbeda menurut wilayah, area, produk, waktu.

5. Memonitor pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi 

a. Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan 

b. Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan

c. Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan customer

d. Semuanya dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan kedepannya

Kamis, 24 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

   Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran. Sebuah rute bisa terjadi sesingkat interaksi langsung antara konsumen dan produsen, tetapi bisa juga panjang atau dapat mencakup beberapa perantara yang saling berhubungan, seperti distributor, grosir, dan pengecer. Dalam distribusi dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha untuk memperlancar dan mempermudah penyampaian barang atau kepada konsumen agar suatu penggunaanya dapat sesuai dengan yang dibutuhman seperti jumlah, harga, tempat, dan jenis. Pada sebuah program pelaksanaan aktivitas pendistribusian, sebuah perusahaan harus dihadapkan dengan perantara. Penyaluran dalam distribusi sebuah perusahaan juga harus mempunyai strategi yang tepat supaya didalam penawaran sebuah produk yang ditawarkan ke pasar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang di harapkan oleh perusahaan.

1. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran

   Dalam bauran pemasaran sendiri terdapat 4 konsep umum dalam menyusun strategi pemasaranya yaitu : 
a. Product / produk barang dan jasa 
b. Price / harga 
c. Place / lokasi 
d. Promotion 
e. People / sumber daya manusia 
f. Process / aktivitas bisnis 
g. Bukti fisik perusahaan

   Konsep bauran pemasaran sendiri terdapat beberapa elemen yang cukup penting yaitu : 
a. Lokasi / tempat dalam bauran pemasaran 
   Lokasi merupakan tempat dimana uasaha akan dijalankan dan juga segala kegiatan penyaluran produk yang berupa barang dan jasa dari produsen ke konsumen.  
b. Saluran distribusi 
   Saluran distribusi adalah gabungan dari penjualan dan pembelian yang bekerja sama untuk memperoses dan menggerakan produk dan juga jasa dari produsen ke konsumen. 

2. Kriteria daerah kinerja yang posistif untuk pemasaran

a. Tingkat dari kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha 
b. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis 
c. Memperhatikan tingkat keramaian lalu larang kendaraan yang melewati bisnis anda
d. Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut 
e. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan anda pilih 
f. Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah 
g. Akses menuju lokasi 
h.Tingkat keamaanan 
i. Selalu memperhatikan kebersihan lokasi usaha bisnis 

3. Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 Dalam Kegaiatan Pemasaran

   Persyaratan legislasi wilayah yang relvan berkenaan dengan K3 dan prosedur manajement resiko dalam pengelolaan kegiatan promosi yang meliputi :
a. Persyaratan legislatif K3 yang relevan terkait dengan penggunaan bahan kimia tertentu dan proses di tempat kerja
b. Peraturan perundang-undangan tentang privasi/ kode etik
c. Persamaan pekerja dengan kebutuhan tertentu

4. Konsep Dan Kegunaan Saluran Distribusi

   Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran. 
• Faktor penentu dalam saluran distribusi :
  a. Pertimbangan pasar
  b. Pertimbangan perusahaan
  c. Pertimbangan Perantara
• Fungsi Saluran Distribusi :
  a. Informasi
  b. Promosi 
  c. Negosiasi
  d. Pemesanan 
  e. Pembiayan
  f. Pengambilan Resiko
  g. Fisik 
  h. Pembayaran
  i. Kepemilikan

5. Tipe-Tipe Distribusi

a. Distribusi langsung
   sistem distribusi barang/ jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen.
b. Distribusi semi langsung
   sistem distribusi dari produsen ke konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen.
c. Distribusi tidak langsung
   sistem distribusi dari produsen ke konsumen melalui agen, grosir, yang bertindak sebagai pedagang perantara.

6. Evaluasi Dan Upaya Pengendalian Saluran Distribus

   Masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Sehingga produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :
a. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. 
b. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.
c. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.
d. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. 
   Upaya pengendalian saluran distribusi (channel control strategy) adalah menguasai anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama. Adapaun tujuan dari strategi ini adalah:
a. Untuk meningkatkan pengendalian.
b. Memperbaiki ketidakefisenan.
c. Mengetahui efektifitas biaya melalui kurva pengalaman.
d. Mencapai skala ekonomis.

7. Manajement Konflik Dalam Saluran Distribusi

   Konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antarsaluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.
• Konflik Horizontal
a. Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis (contoh: toko komputer versus toko komputer).
b. Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda (contoh:toko komputer versus toko peralatan elektronik). 
   Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.
• Konflik Vertikal
  Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:
a. Konflik antara produsen dan pedagang grosir contoh: produsen langsung menjual ke pengecer.
b. Konflik antara produsen dan pengecer contoh: independent retailer versus producer-owned retail store.
   Sumber konflik umumnya adalah ketidak samaan tujuan, hak dan perananyang tidak jelas, berbeda persepsi, dan sangat besarnya ketergantungan perantara kepada produsen.

Kamis, 17 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN PRODUK

    Marketing mix (bauran pemasaran produk) merupakan unsur terpenting untuk menjalankan program dalam organisasi/perusahaan (Hurriyati 2017). Denifinisi bauran pemasaran adalah tentang menempatkan produk yang tepat dengan tempat yang tepat, mempromosikannya dengan tepat, mempromosikannya dengan tepat, dengan harga yang tepat, yang tersulit bagaimana kita mengatur itu semua ini dengan baik, karena anda perlu ,mengetahui setiap aspek dari rencana bisnis anda. 

    Marketing mix terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan untuk perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dalam sasarannya, variabel ini digunakan perusahaan seefektif mungkin dalam tugas dan pemasarannya. Unsur-unsur bauran pemasaran produk:a

a Produk adalah suatu barang atau jasa yang bisa ditawarkan  dipasar untu mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi kegiatan manusia.

b. Harga harga adalah perusahaan harus menentukan harga jual produknya yang sesuai.

c. Distribusi pengusaha menyebarkan barang-barangnya ketempat konsumen.

d. Promosi kegiatan untuk mempengaruhi konsumen

1. Produk & Macam-Macam Produk

    Produk adalah pandangan pertama konsumen dalam membeli karena konsumen akan menyukai barang yang bermanfaat dan menarik. Macam-macam bauran pemasaran produk (marketing mix);

a. Kinerja merupakan suatu pertimbangan yang pertama dari suatu produk

b. Fitur produk merupakan karakteristik atau ciri-ciri yang melengkapi produk

c. Keandalan merupakan peluang suatu produk bebas dari kegagalansaat menjalankan fungsinya

d. Kesesuaian dengan spesifikasi merupakan kesesuai produk dengan standar yang disesuaikan

e. Daya tahan merupakan usia produk, yaitu masa berlaku produk.

2. Strategi Pemasaran Produk

    Strategi pemasaran produk adalah rencana terperinci yang mencakup cara menjual produk atau layanan. Adanya strategi ini memastikan bahwa produk atau jasa dapat secara efektif dipromosikan ke pasar sasaran tertentu (Nurbaity L, 2004). Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran produk adalah :

a. Produk (Jasa)

b. Harga (Price)

c. Saluran Distribusi

d. Promosi

3. Pengertian Jasa dan Jenis-jenis Jasa

    Jasa adalah aktivitas atau kegiatan yang ditawarkan maupun maanfaat yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya merupakan barang yang tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun seperti produk, karena jasa sifatnya tidak terlihat (Sumaryanto, 2009).

    Jenis-jenis usaha jasa bisa diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria (Karnelly, 2010) yaitu sebagai beriku : 

a. Jenis jasa berdasarkan tindakan yang dapat dilakukan 

• Tindakan nyata yang mengarah kepada konsumen, contohnya jasa kendaraan umum dan jasa pribadi (pelayanan kesehatan dan pelayanan pribadi). 

• Tindakan nyata yang mengarah kepada benda milik konsumen, contohnya jasa laundry. 

• Tindakan tidak nyata yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat non fisik, contohnya jasa hiburan. 

• Tindakan tidak nyata yang diarahkan kepada kekayaan konsumen, contohnya jasa keuangan, jasa akuntansi, dan jasa asuransi.

b. Jenis jasa berdasarkan hubungan baik dengan pelanggan

• Jasa yang disampaikan secara terus menerus kepada anggota, contohnya jasa asuransi dan jasa keuangan. 

• Jasa yang disampaikan terns menems kepada yang bukan anggota, contohnya stasiun radio televisi dan polisi. 

• Jasa yang hanya disampaikan pada saat-saat tertentu pada anggota, contoh SLI, SUJ, dan fans club artis. 

• Jasa yang hanya disampaikan pada saat-saat tertentu kepada yang bukan anggota, contoh jasa penyewaan mobil, restoran, bioskop dan angkutan umum. 

c. Jenis jasa berdasarkan hubungan dan karakteristik barang

    Yaitu berdasarkan tinggi rendahnya kontak yang harus dilakukan dan sifat khusus dari jasa tertentu atau modifikasi yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. 

d. Jenis jasa berdasarkan sifat permintaan dan penawaran

    Keseimbangan antara permintaan dan penawaran berbeda-beda diantara jenis-jenis industri jasa. 

e. Jenis jasa berdasarkan tersedianya tempat pelayanan

    Jika dikaitkan dengan jenis jasa di atas maka jasa perbankan termasuk pada jenis jasa berdasarkan pada tindakan yang dapat dilakukan khususnya jenis tindakan yang tidak nyata yang diarahkan kepada kekayaan konsumen.

4. Strategi pemasaran jasa

    Strategi pemasaran jasa merupakan suatu rencana keseluruhan pada suatu bisnis atau usaha lainnya untuk mengubah calon konsumen pontensial menjadi konsumen yang menikmati produk itu sendiri. 



Sumber :

Nurbaity L, A. (2004). Strategi Pemasaran dalam Persaingan Bisnis. Universitas Sumatra Utara, 1987, 1–14.

Karnelly, O. (2010). Hubungan Antara Pemasaran Jasa, Kepuasan, Dan Loyalitas Konsumen. Jurnal Aplikasi Bisnis, 1(1), 48–60.

Sumaryanto. (2009). STRATEGI SUKSES BAGI USAHA PEMASARAN JASA Sumaryanto Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Ekonomi Dan Kewirausahaan, 9(1), 53–65.


Kamis, 10 Desember 2020

Manajemen Pemasaran STP

 1. Konsep Inti STP

STP merupakan  salah satu model pemasaran yang penerapannya melibatkan tiga tahapan yaitu melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmen yang diyakini paling menguntungkan dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling bernilai. Fokus utama dalam model pemasaran STP ini adalah pada pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai bagi bisnis pada saat Merancang strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut.

STP marketing sendiri merupakan pendekatan atau model yang populer diterapkan banyak perusahaan dalam merancang strategi pemasaran. Beberapa kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning adalah:

• Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target. 

• Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk

• Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar

• Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif

2. Konsep Nilai Pelanggan

Nilai pelanggan (customer value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Menurut Kotler dan Armstrong (2008), Manfaat Nilai Pelanggan antara lain :

• Menciptakan kesetiaan dan retensi pelanggan 

• Menumbuhkan pangsa pasar 

• Membantu ekuitas pelanggan 

• Membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat itu

Didalam Konsep Nilai pelanggan ada pula penjelasan melalui sudut pandang yaitu antara lain : 

a. Pasar Grosir, Pengecer, Eksportir

1. Grosir 

Grosir merupakan istilah dalam dunia bisnis atau perdagangan yakni badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, pedagang besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya. Kegiatan jual beli grosir ini biasanya dalam jumlah yang relatif lebih besar, dan berhubungan dengan produsen. Berhubungan langsung dengan produsen ini lah yang secara tidak langsung menjadikan grosir sebagai salah satu media distribusi barang hingga ke pelanggan. Dilihat dari luas jangkauan atau daerah usahanya, grosir dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

• Grosir Lokal adalah Grosir yang unit kegiatannya meliputi suatu kota tertentu. Misalnya grosir tingkat kabupaten. 

• Grosir Wilayah adalah Grosir yang batasan kegiatannya cenderung lebih luas, biasanya melayani kegiatan jual beli antar provinsi.

• Grosir Nasional adalah Grosir yang memiliki luas daerah pemasaran meliputi suatu negara

2. Pengecer

Pengecer atau disebut pula ritel adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barangsecara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer. Pada praktiknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.

3. Ekspor 

Ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. 

b. Pelanggan lokal, nasional dan internasional

• Pelanggan lokal adalah pelanggan yang berasal dari sekitaran tempat produksi, misalnya masih dalam suatu wilayah yang sama seperti satu kecamatan, atau kabupaten

• Pelanggan nasional adalah pelanggan yang mencakup seluruh wilayah dalam satu negara.

• Pelanggan Internasional adalah pelanggan yang berasal dari negara lain. 

3. Segmenting (Segmentasi Pasar)

Segmentasi merupakan suatu strategi untuk memahami struktur pasar. Pada tahap ini diperlukan identifikasi dan pemanfaatan peluang pasar. Pertama, peran segmentasi dapat memungkinkan pemasar menjadi lebih fokus. Kedua, segmentasi memungkinkan pemasar mendapat insight mengenai peta kompetisi dan sisi pasar. Ketiga, segmentasi pasar merupakan basis untuk memudahkan pemasar mempersiapkan tahap berikutnya. Keempat, segmentasi merupakan kunci untuk mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara berbeda.

Terdapat keterbatasan dalam melakukan segmentasi pasar yaitu beban biaya yang besar, memerlukan komitmen korporat, menyediakan informasi yang umum bukan individual.Selain keterbatasan yang ada terdapat juga manfaat atau kegunaan dari segmentasi pasar yaitu :

• Mengidentifikasi peluang pengembangan produk baru. 

• Mendesain program pemasaran dengan lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang homogen.

• Menngembangkan strategi pengalokasian sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik.

Menurut Assauri (2012), segmentasi pasar dibagi menjadi 4 variabel yaitu :

• Segmentasi perilaku adalah segmentasi yang ditinjau dari perilaku konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

• Segmentasi psikografis adalah segmentasi yang didasarkan pada ketertarikan dan kesukaan konsumen terhadap produk tertentu. 

• Segmentasi demografis adalah segmentasi yang dikelompokkan berdasarkan usia, ukuran keluarga, siklus kehidupan keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, agama, ras, generasi kewarganegaraan, dan kelas sosial. 

• Segmentasi geografis juga merupakan segmentasi berdasarkan tempat tinggal. Segmentasi ini akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan dan biaya operasional. Pengelompokan konsumen dapat dibedakan berdasarkan wilayah berupa pasar lokal, pasar regional, pasar nasional, dan pasar ekspor. 

4. Posiotining (Posisi Pasar)

Posisi pasar adalah kegiatan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang mudah diingat oleh konsumen. Posisi pasar dilakukan untuk menempatkan dan memposisikan produk pada pasar sehingga produk tersebut tampak berbeda dan menjadi terpisah dengan merek pesaing serta memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal keunikan produk kepada pelanggan. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan posisi pasar :

• Positioning berdasarkan atribut. 

• Positioning berdasarkan harga dan kualitas. 

• Positioning yang didasarkan atas aspek penggunaan atau aplikasi.

• Positioning berdasarkan pemakaian produk dengan mengaitkan produk dengan tipe konsumen.

Positioning berdasarkan kelas produk tertentu.

• Positioning berdasarkan pada posisi persaingan terhadap pesaing utama.

• Positioning berdasarkan manfaat. 

5. Targetting (Target Pasar)

Targeting adalah mengevaluasi beragam segmen untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus sesuai dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak dituju. Sebelum perusahaan melakukan targeting atau memilih konsumen sesuai dan akan dilayani terlebih dahulu perusahaan harus melakukan segmentasi yang baik.

• Terukur => kebutuhan, jumlah, berapa besarnya, wilayah, luasan.

• Substansial => cukup besar untuk dimasuki/ menguntungkan.

• Dapat dicapai => dapat dicapai oleh perusahaan.

• Dapat didiferensiasi => buat produk yang beda/ unik.

• Dapat ditindaklanjuti => dapat ditindak lanjuti dengan bauran pemasaran.


Sumber :

Assauri, Sofjan. 2012. Manajemen Pemasaran. PT Raja Grapindo, Jakarta

Kotler, Philip dan Armstrong, Garry. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.


UAS Manajemen Pemasaran

Susanti_180321100037_A Saya merupakan manajer pemasaran pada PT. Makmur Jaya yang memproduksi beras Merah Organik. Tujuan dari perusahaan ka...