Kamis, 26 September 2019

Rancangan Usaha Mu

      Setelah memahami berbagai hal yang diperlukan untuk memulai sebuah usaha. Kini, saatnya membuat rencana usaha. Berikut adalah cara muda dalam menyusun rencana usaha:
1. Informasi Dasar, seperti: nama usaha, jenis usaha, dan deskripsi singkat tentang usaha.
2. Produk Usaha, berisi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen, keunggulan atau keunikan produk, perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual oleh perusahaan lain, jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan dan kemana saja produk-produk tersebut akan dijual.
3. Kegiatan Utama, berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja yang akan dilakukan  dalam usaha.
4. Sumber Daya Utama, berisi penjelasan mengenai sumber daya yang dibutuhkan dalam keseluruhan proses usaha, seperti: alat,bahan,tenaga kerja yang dilibatkan dalam proses usaha.
5. Target Konsumen, berisi mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha.
6. Strategi pemasaran, berisi mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen, serta menarik hati konsumen untuk membeli.
7. Rencana Keuangan, berisi mengenai hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha dan perkiraan yang akan dikeluarkan. Komponen yang meliputi bagian produksi, pemasaran, operasionaln distribusi, dan semua proses usaha.

Rancangan Keuangan Usaha Mu


Dalam pengusaha yang baru membangun suatu usaha harus bisa membedakan uang pribadi dengan uang usahanya. Banyak seorang usaha tidak melakukan hal itu, karena merasa uang yang digunakan untuk usah adalah uang pribadi. Beberapa tips untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi seimbangan, yaitu:
1.  Pisahkan keuangan uang usaha dengan keuanagn pribadi
2. Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
3.  Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
4.  Kurangi resiko dengan cara cara menghindari hutang
5. Gaji diri sendiri
Memisahkan uang usaha dan pribadi bukan berarti tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah beberapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Hal tersebut bertujuan untuk tetap melihat modal yang berputar atau mengembangkan usahanya untuk selanjutnya. Dengan adanya tersebut muncullah pertanyaan bagaimana cara mengantur itu semua? Langkah-langkah yang harus dilakukan, yaiti:
1.    Melakukan pencatatan
Dalam sebuah usaha harus mencatat semua transaksi yang dilakukan setiap harinya. Periksa kembali setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk memproduksi barang, dengan begitu bisa mengetahui keuntungan usaha setiap bulan.
2.    Alokasi dana
Dari keuntungan yang diperoleh kita dapat menikmati uang untuk pribadi, seperti: zakat, ditabung, belanja keluarga dan pribadi, membayar cicilan hutang, jangan lupa untuk menabungkan usaha atau pengembangan usaha.
3.    Memisahkan uang usaha dan uang pribadi
Seorang pengusaha menganggap hal ini sangat sepeleh dalam menjalankan usaha, seorang usaha menganggapnya “Uang usaha adalah uang pribadi karna usaha 100% milik sendiri”. Hal tersebut akan berdampak buruk terhadap perkembangan usaha dana keuangan pribadi.
Mengelola Keuangan Usaha
           Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yanga ada di dalam usaha. Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Dalam pengelolaan keuangan usaha dapat dilakukan dengan pencatatan keuangan, tujuan dari pencatatan keuanga agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran dana apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak.

Rabu, 25 September 2019

Pemasaran


            Untuk dapat menjual barang/jas kepada konsumen diperlukan suatu kegiatan pemasaran agar konsumen mengetahui produk atau jasa yang kita jual berikut keunggulannya. Agar dapat menjual barang/jasa dengan baik, diperlukan suatu strategi pemasaran yang efektif. Hal ini bertujuan agar pemasaran yang dilakukan benar-bener dapat menginformasikan produk yang dijual dan dipahami dengan jelas oleh konsumen.
            Strategi merupakan cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan (tujuan). Sedangkan pemasaran adalah kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditunjukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Jadi strategi pemasaran adalah cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan hargaa jual, meenetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.
Manfaat Strategi Pemasaran
Ø  Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
Ø  Menentukan harga jual yang tepat.
Ø  Mempromosikan produk dengan cara saluran media yang tepat.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix). Dikenal dengan istilah 4P, yaitu;
·         Product (produk)
Sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen baik berupa barang atau jasa yang meliputi varian, kualitas, desain, merek, dan kemasan dari produk yang akan di jual.
·         Price (harga)
Sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen untuk memiliki/menikmati barang atau jasa yang diinginkan.
·         Place ( tempat penjualan/jalur distribusi)
Lokasi atau tempat dimana calon konumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan baranga atau jasa yang diinginkan.
·         Promotion (promosi)
Kegiatan atau cara yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon konsumen untuk membeli.
Sebelum menerapkan 4P di atas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan,yaitu; solusi pelanggan (customer solution), biaya pelanggan (customer cost), kenyamanan (convenience) dan komunikasi (communication). Setelah menentukan strategi pemasaran, langkah selanjutnya menentukan anggaran pemasaran. Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang/jasa yang akan dijual. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran.


Produksi dan Proyeksi Keuangan

   
            Produk adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebeutuhan orang lain. Dikatan produksi saat mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang/jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan seluruh biaya dihitung dengan benar yang bertujuan supaya tidak terjadi kerugian.
Dalam memproduksi suatu barang/jasa, seorang pengusaha haras mengetahui sumber daya utama, yaitu;
1. Peralatan yang digunakan
Dalam membuat suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses produksi. Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada awal usaha supaya usahanya berjalan lancar, seperti;
         a. Biaya promosi awal
         b. Biaya sewa Tempat
         c. Biaya Resiko
         d. Uang untuk membeli bahan baku awal produksi
2. Memahami dengan pasti alur proses produksinya
Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahapan dalam produksi yang dilakukan.
Biaya Produksi
    Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya Produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu;
1.    Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL)
Bahan baku utama yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain.
2.    Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
3.    Biaya Pendukung
Semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Maka jika tiga biaya-biaya diatas dijumlah total tiga biaya tersebut disebur Harga Pokok Penjualan atau biasa disingkat HPP.
                         RUMUS : HPP = (A ) + ( B ) + (C)
Menetapkan Harga Jual
Seorang pengusaha harus menentukan harga jual suatu produk, karna biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Menetapkan harga jual dilakukan dengan cara menghitung berapa biaya produksi dan berapa jumlah produk yang dihasilkan lalu menghitung harga jual supaya tidak mengalami rugi.
Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatan biaya tetap karna biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya.
Perhitungan Untuk Menutup Operasional
Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional (BEP).
                       RUMUS : BEP (Unit) = Total Biaya Operasinal 
                                                               Laba kotor per unit
Perhitungan Balik Modal
Hal ini dilakukan supaya seorang pengusaha bisa mengetahui kapan modal seorang pengusaha itu kembali.
                        RUMUS : Balik Modal (Unit) = Total Biaya Memulai
                                                                           Laba kotor per unit

Selasa, 24 September 2019

Kenali Usaha Ku

          Seorang pengusaha tidak akan mungkin bisa menjual semua barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, karena kebutuhan konsumen bertempat beda-beda. Jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, lokasi dan tempat tinggal bisa menyebabkan perbedaan kebutuhan tersebut. Contohnya baju dimana baju untuk laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Dari segi usiapun berbeda, seperti baju bayi laki, baju bayi perempuan, baju remaja laki-laki dan baju remaja perempuan.
            Dikarenakan begitu banyak pilihan produk barang atau jasa yang ditawarkan, maka seorang penjual harus memilih calon konsumen yang akan dipenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk memahami kriterial calon konsumen. Kriterial tersebut meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, tempat tinggal, dan lainnya. Seteah target calon konsumen telah diketahui, langkah selanjutnya adalah membuat slogan.
Slogan adalah salah satu cara untuk membuat target calon konsumen ingin dengan barang atau jasa yang dijual pengusaha. Dengan adanya slogan itu akan membedakan barang atau jasa yang dijual seorang pengusaha dengan pengusaha lain.
Dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha pasti akan menghadapi persaingan, suatu usaha dikatakan memiliki keunggulan bersaing jika usaha tersebut memounyai sesuatu yang berbeda dari yang dimiliki oleh pesaing dan melakukan sesuatu lebih baik dari pesaing. Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing, yaitu:
1.    Biaya produksi yang lebih murah
Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa hal, misalnya dengan menciptakan proses produksi yang mudah , mencari supplier (pemasok), bahan baku yang murah namun tetap sesuai dengan standard, membeli bahan baku dalam jumlah banyak (grosir), sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari pada harga  eceran. Dengan demikian, pengusaha dapat  menjual produk dengan haraga yang lebih murah dan produknya tetap berkualitas bahkan bisa lebih baik dari pesaing.
2.    Menciptakan perbedaan dengan produk pesaing
Untuk mendapatkan tempat di hati konsumen, produk yang dijual haruslah berbeda dengan produk sejenis lainnya. Menciptakan perbedaan ini bertujuan untuk  membuat konsumen merasa seneng bahkan puas dan ingat dengan produk, namun perbedaan disini bukan hanya sekedar berbeda tampilan atau kemasan  maupun rasa,tetapi perbedaan yang bener-bener dibutuhkan dan memberi manfaat lebih bagi konsumen.

Senin, 23 September 2019

Gali Usaha Mu


Untuk seorang pengusaha yang baru memulai usaha, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu menggali usaha. Dalam menggali usah dapat menggunakan “ Analisa Pros-Cons (Aspek positif dan Aspek negatif)”. Analisa Pros-Cons adalah suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak dijalankan atau tidak, dengan cara membandingkan aspek positif dan aspek negatif dari masing-masing  ide usaha. Analisa ini digunakan jika terdapat lebih dari satu ide usaha, dengan menggunakan analisis ptos-cons dapat menentukan satu ide usaha yang dinilai paling baik.
Dalam melakukan analisa ini, pengusaha harus dapat mencari, mengumpulkan, dan mencatat semua informasi yang terkait dengan usahadan kemudian mengelompokkan apakah informasi tersebut termasuk aspek positif atau negatif. Beberapa informasi yang harus dicatat adalah:
1.  Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha
Seorang pengusaha harus dapat mengetahui keahlian yang diiliki. Maksud keahlian disini yaitu mengetahui apa keahlian yang dikuasai oleh seorang pengusaha untuk mendukun usaha yang akan dijalankan.
2. Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan
Seorang pengusaha harus mengetahui bahan baku yang dibutuhkan tersedia atau tidak. Jika tersedia, dimana  bahan baku tersebut tersedia dan apakah jumlahnya mencukupi. Jika tidak tersedia, maka pengusaha harus memikirkan bahan baku pengganti.
3. Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan
Setelah mengetahui bahan baku yang dibutuhkan, selanjutnya pengusaha harus tahu apakah bahan baku yang dibutuhkan mudah untuk didapat atau sulit didapat.
4. Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
Seorang pengusaha harus mengetahui berapa jumlah produk yang  mampu dibuat dalam satu priode produksi.
5. Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk sejenis
Seorang pengusaha juga harus mengetahui apakah ada penguasaha lain yang menjual produk yang sejenis dengan apa yang dibuat. Jika ada, berapa banyak pengusaha yang menjual produk tersebut.
Setelah pengusaha telah menentukan satu dari beberapa produknya. Maka langkah selanjutnya yaitu melakukan Analisa SWOT. Analisa SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai dan mengukur kekuatan (Strengths), kelemaha (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman/gangguan (Threats). Informasi yang digunakan dalam analisis SWOT adalah informasi yang berasal dari usulan ide usah yang lolos analisis pros-cons.
Dalan analisis pensaingan, seorang pengusaha akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya, agar prduknya lah yang dipilih dan dan diminta oleh konsumen. Degan begitu usahanya akan semakin laris dan maju. Penguasaha yanag bisa memenangkan pesainga usahanya akan maju dan bertahan, maka dari itu sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui siapa pesaingnya agar dapat membuat sesuatu yang “ Berbeda” dan mempunyai tempat di hati konsumen.


Rabu, 18 September 2019

Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI)

Program JAPRI terdiri dari beberapa komponen kegiatan termasuk pelatihan soft skills yang berisi pembekalan motivasi,bagaimana mencari bisnis, meningkatkan kepercayaan diri untuk mulai bisnis. program ini diikuti juga pelatihan hard skills yang berisi teknis keterampilan wirausaha dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan. Tujuan dari JAPRI, yaitu :

1. Menggerakkan  minat berwirausaha dan kemauan untuk berani mengambil risiko di kalangan anak muda kurang mampu dengan dukungan dari keluarga dan masyarakat.
2. Memfasilitasi bagi anak muda yang kurang mampu, yang memiliki potensi berwirausaha dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memulai dan mengembangkan usaha sesuai dengan kebutuhan pasar.
3. Memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi peserta program, termasuk pembinaan, pendampingan, modal awal usaha, serta hubungan dengan komunitas usaha.
Karakter Pengusaha Sukses
1.  Membuat Passion jadi usaha
2. Jalankan dengan serius
3. Rencanakan semuanya dengan matang
4. Mengelola uang dengan baik
5. Fokus terhadap konsumen dan pelanggang 
6. Ciptakan keunggulan kompetitif
Untuk menjadi pengusaha yang sukses seseorang harus mampu menjalankan bisnisnya secara beretika. Etika usaha merupakan komponen dara dan penting yang harus selalu dipegang oleh seorangan pengusaha dalam menjalankan setiap proses dalam usahanya. Seorang pengusaha yang baik akan senantiasa mengelola dan menjalankan usahanya secara sehat, tidak merugikan orang lain dan bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Berikut cara untuk menjadi pengusaha yang beretika
1. Jujur
Kejujuran merupakan salah satu hal penting untuk bisa sukses dalam menjalankan usaha dengan membangun kepercayaan konsumen atau pelanggan.
2. Komitmen
Seorang pengusaha harus senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya sejak usahanya dimulai sampai usahanya sudah sukses.
3. Loyalitas / Kesetiaan
Loyalitas adalah hal yang sangat diperlukan agar usahanya dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik.
4. Keperdulian
Dalam suatu usaha harus memiliki pribadi yang menunjukkan keperdulian, simpatik dan baik hati. Seorang pengusaha harus mampu memberikan keputusan yang memiliki paling banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
5. Mematuhi Aturan
Dunia usaha tentu memiliki berbagai aturan yang telah ditetapkan secara tertulis maupun tidak tertulis, maka dari itu seorang pengusaha harus mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan agar dapat menjadi pengusaha yang disegani masyarakat dan lingkungan.



UAS Manajemen Pemasaran

Susanti_180321100037_A Saya merupakan manajer pemasaran pada PT. Makmur Jaya yang memproduksi beras Merah Organik. Tujuan dari perusahaan ka...