Kamis, 31 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN PRICE (Harga)

   Harga adalah suatu nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah yang digunakan dalam pertukaran/transaksi atau sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa.

1. Konsep Penetapan Harga

   Penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima perusahaan dari produk atau jasa yang dihasilkan. Penetapan harga mempengaruhi pendapatan total dan biaya total, maka keputusan dan strategi penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap perusahaan. Kuantitas barang yang dijual berpengaruh terhadap biaya yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan pengadaan barang bagi perusahaan dagang dan efisiensi produksi bagi perusahaan manufaktur. Maka harga berpengaruh terhadap pendapatan, sehingga harga berpengaruh terhadap laba usaha dan posisi dari keuangan perusahaan.
   Menetapkan satu harga untuk semua pembeli merupakan ide yang dapat dikatakan modern yang muncul saat bermula nya perdagangan eceran skala besar yang terjadi pada akhir abad ke sembilan belas karena pada saat itu perdagangan terjadi dikarenakan penjualan dengan begitu banyak barang dan memperhatikan banyak nya karyawan.

2. Tujuan Penetapan Harga

a. Bertahan 

   Tujuan penetapan harga bagi perusahaan mana pun adalah untuk menetapkan harga yang masuk akal bagi konsumen dan juga agar produsen dapat bertahan di pasar.

b. Meningkatkan laba saat ini 

   Sebagian besar perusahaan mencoba memperbesar margin laba dengan mengevaluasi permintaan dan penawaran jasa dan barang di pasar. Jadi harga ditetapkan sesuai dengan permintaan produk dan pengganti produk tersebut. Jika permintaan tinggi, harga juga akan tinggi.

c. Penguasaan pasar

   Perusahaan memberlakukan angka rendah untuk barang dan jasa untuk mendapatkan ukuran pasar yang besar. Teknik ini membantu meningkatkan penjualan dengan meningkatkan permintaan dan menurunkan biaya produksi.

d. Pasar untuk ide inovatif

    Suatu perusahaan menetapkan harga tinggi untuk produk dan layanan mereka yang sangat inovatif dan menggunakan teknologi mutakhir.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penepatan harga

a. Faktor yang secara langsung

adalah harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, peraturan pemerintah, dan faktor lainnya. 

b. Faktor yang tidak langsung 

Namun faktor ini erat dengan penetapan harga antara lain yaitu harga produk sejenis yang djual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subtitusi dan produk komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen. 

4. Metode Penetapan Harga

Metode penetapan harga dibagi menjadi dua bagian:

1. Metode Penetapan Harga Berorientasi Biaya

a. Cost-Plus Pricing

    Dalam penetapan harga ini, pabrikan menghitung biaya produksi yang dipertahankan dan memasukkan persentase tetap (juga dikenal sebagai mark up) untuk mendapatkan harga jual. Peningkatan keuntungan dievaluasi pada biaya total (biaya tetap dan variabel).

b. Mark Pricing

   Jumlah tetap atau persentase dari total biaya suatu produk ditambahkan ke harga akhir produk untuk mendapatkan harga jual suatu produk.

c. Target-Returning Pricing

   Perusahaan atau firma menetapkan biaya produk untuk mencapai Tingkat Pengembalian Investasi.

2. Metode Penetapan Harga Berorientasi Pasar

a. Perceived-Value Pricing 

   Dalam metode ini, produsen menetapkan biaya dengan mempertimbangkan pendekatan pelanggan terhadap barang dan jasa, termasuk elemen lain seperti kualitas produk, iklan, promosi, distribusi. Yang dimana memengaruhi sudut pandang pelanggan.

b. Value pricing

    Di sini, perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tetapi harga rendah.

c. Going-Rate Pricing 

   Dalam metode ini, perusahaan meninjau tarif pesaing sebagai dasar dalam menentukan tarif produk mereka. Biasanya cost produknya kurang lebih sama dengan kompetitor.

d. Aucti Type Pricing 

   Dengan lebih banyak penggunaan internet, metode penetapan harga kontemporer ini berkembang dari hari ke hari. 

e. Differential Pricing 

   Metode ini diterapkan ketika harga harus berbeda untuk kelompok atau pelanggan yang berbeda. Di sini, harga mungkin berbeda menurut wilayah, area, produk, waktu.

5. Memonitor pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi 

a. Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan 

b. Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan

c. Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan customer

d. Semuanya dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan kedepannya

Kamis, 24 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

   Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran. Sebuah rute bisa terjadi sesingkat interaksi langsung antara konsumen dan produsen, tetapi bisa juga panjang atau dapat mencakup beberapa perantara yang saling berhubungan, seperti distributor, grosir, dan pengecer. Dalam distribusi dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha untuk memperlancar dan mempermudah penyampaian barang atau kepada konsumen agar suatu penggunaanya dapat sesuai dengan yang dibutuhman seperti jumlah, harga, tempat, dan jenis. Pada sebuah program pelaksanaan aktivitas pendistribusian, sebuah perusahaan harus dihadapkan dengan perantara. Penyaluran dalam distribusi sebuah perusahaan juga harus mempunyai strategi yang tepat supaya didalam penawaran sebuah produk yang ditawarkan ke pasar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang di harapkan oleh perusahaan.

1. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran

   Dalam bauran pemasaran sendiri terdapat 4 konsep umum dalam menyusun strategi pemasaranya yaitu : 
a. Product / produk barang dan jasa 
b. Price / harga 
c. Place / lokasi 
d. Promotion 
e. People / sumber daya manusia 
f. Process / aktivitas bisnis 
g. Bukti fisik perusahaan

   Konsep bauran pemasaran sendiri terdapat beberapa elemen yang cukup penting yaitu : 
a. Lokasi / tempat dalam bauran pemasaran 
   Lokasi merupakan tempat dimana uasaha akan dijalankan dan juga segala kegiatan penyaluran produk yang berupa barang dan jasa dari produsen ke konsumen.  
b. Saluran distribusi 
   Saluran distribusi adalah gabungan dari penjualan dan pembelian yang bekerja sama untuk memperoses dan menggerakan produk dan juga jasa dari produsen ke konsumen. 

2. Kriteria daerah kinerja yang posistif untuk pemasaran

a. Tingkat dari kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha 
b. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis 
c. Memperhatikan tingkat keramaian lalu larang kendaraan yang melewati bisnis anda
d. Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut 
e. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan anda pilih 
f. Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah 
g. Akses menuju lokasi 
h.Tingkat keamaanan 
i. Selalu memperhatikan kebersihan lokasi usaha bisnis 

3. Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 Dalam Kegaiatan Pemasaran

   Persyaratan legislasi wilayah yang relvan berkenaan dengan K3 dan prosedur manajement resiko dalam pengelolaan kegiatan promosi yang meliputi :
a. Persyaratan legislatif K3 yang relevan terkait dengan penggunaan bahan kimia tertentu dan proses di tempat kerja
b. Peraturan perundang-undangan tentang privasi/ kode etik
c. Persamaan pekerja dengan kebutuhan tertentu

4. Konsep Dan Kegunaan Saluran Distribusi

   Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran. 
• Faktor penentu dalam saluran distribusi :
  a. Pertimbangan pasar
  b. Pertimbangan perusahaan
  c. Pertimbangan Perantara
• Fungsi Saluran Distribusi :
  a. Informasi
  b. Promosi 
  c. Negosiasi
  d. Pemesanan 
  e. Pembiayan
  f. Pengambilan Resiko
  g. Fisik 
  h. Pembayaran
  i. Kepemilikan

5. Tipe-Tipe Distribusi

a. Distribusi langsung
   sistem distribusi barang/ jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen.
b. Distribusi semi langsung
   sistem distribusi dari produsen ke konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen.
c. Distribusi tidak langsung
   sistem distribusi dari produsen ke konsumen melalui agen, grosir, yang bertindak sebagai pedagang perantara.

6. Evaluasi Dan Upaya Pengendalian Saluran Distribus

   Masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Sehingga produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :
a. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. 
b. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.
c. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.
d. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. 
   Upaya pengendalian saluran distribusi (channel control strategy) adalah menguasai anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama. Adapaun tujuan dari strategi ini adalah:
a. Untuk meningkatkan pengendalian.
b. Memperbaiki ketidakefisenan.
c. Mengetahui efektifitas biaya melalui kurva pengalaman.
d. Mencapai skala ekonomis.

7. Manajement Konflik Dalam Saluran Distribusi

   Konsep sistem pada distribusi mensyaratakan adanya kerja sama antarsaluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal.
• Konflik Horizontal
a. Konflik antar perantara yang menjual barang sejenis (contoh: toko komputer versus toko komputer).
b. Konflik antar peranta yang menjual barang yang berbeda (contoh:toko komputer versus toko peralatan elektronik). 
   Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.
• Konflik Vertikal
  Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:
a. Konflik antara produsen dan pedagang grosir contoh: produsen langsung menjual ke pengecer.
b. Konflik antara produsen dan pengecer contoh: independent retailer versus producer-owned retail store.
   Sumber konflik umumnya adalah ketidak samaan tujuan, hak dan perananyang tidak jelas, berbeda persepsi, dan sangat besarnya ketergantungan perantara kepada produsen.

Kamis, 17 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN PRODUK

    Marketing mix (bauran pemasaran produk) merupakan unsur terpenting untuk menjalankan program dalam organisasi/perusahaan (Hurriyati 2017). Denifinisi bauran pemasaran adalah tentang menempatkan produk yang tepat dengan tempat yang tepat, mempromosikannya dengan tepat, mempromosikannya dengan tepat, dengan harga yang tepat, yang tersulit bagaimana kita mengatur itu semua ini dengan baik, karena anda perlu ,mengetahui setiap aspek dari rencana bisnis anda. 

    Marketing mix terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan untuk perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dalam sasarannya, variabel ini digunakan perusahaan seefektif mungkin dalam tugas dan pemasarannya. Unsur-unsur bauran pemasaran produk:a

a Produk adalah suatu barang atau jasa yang bisa ditawarkan  dipasar untu mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi kegiatan manusia.

b. Harga harga adalah perusahaan harus menentukan harga jual produknya yang sesuai.

c. Distribusi pengusaha menyebarkan barang-barangnya ketempat konsumen.

d. Promosi kegiatan untuk mempengaruhi konsumen

1. Produk & Macam-Macam Produk

    Produk adalah pandangan pertama konsumen dalam membeli karena konsumen akan menyukai barang yang bermanfaat dan menarik. Macam-macam bauran pemasaran produk (marketing mix);

a. Kinerja merupakan suatu pertimbangan yang pertama dari suatu produk

b. Fitur produk merupakan karakteristik atau ciri-ciri yang melengkapi produk

c. Keandalan merupakan peluang suatu produk bebas dari kegagalansaat menjalankan fungsinya

d. Kesesuaian dengan spesifikasi merupakan kesesuai produk dengan standar yang disesuaikan

e. Daya tahan merupakan usia produk, yaitu masa berlaku produk.

2. Strategi Pemasaran Produk

    Strategi pemasaran produk adalah rencana terperinci yang mencakup cara menjual produk atau layanan. Adanya strategi ini memastikan bahwa produk atau jasa dapat secara efektif dipromosikan ke pasar sasaran tertentu (Nurbaity L, 2004). Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran produk adalah :

a. Produk (Jasa)

b. Harga (Price)

c. Saluran Distribusi

d. Promosi

3. Pengertian Jasa dan Jenis-jenis Jasa

    Jasa adalah aktivitas atau kegiatan yang ditawarkan maupun maanfaat yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya merupakan barang yang tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun seperti produk, karena jasa sifatnya tidak terlihat (Sumaryanto, 2009).

    Jenis-jenis usaha jasa bisa diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria (Karnelly, 2010) yaitu sebagai beriku : 

a. Jenis jasa berdasarkan tindakan yang dapat dilakukan 

• Tindakan nyata yang mengarah kepada konsumen, contohnya jasa kendaraan umum dan jasa pribadi (pelayanan kesehatan dan pelayanan pribadi). 

• Tindakan nyata yang mengarah kepada benda milik konsumen, contohnya jasa laundry. 

• Tindakan tidak nyata yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat non fisik, contohnya jasa hiburan. 

• Tindakan tidak nyata yang diarahkan kepada kekayaan konsumen, contohnya jasa keuangan, jasa akuntansi, dan jasa asuransi.

b. Jenis jasa berdasarkan hubungan baik dengan pelanggan

• Jasa yang disampaikan secara terus menerus kepada anggota, contohnya jasa asuransi dan jasa keuangan. 

• Jasa yang disampaikan terns menems kepada yang bukan anggota, contohnya stasiun radio televisi dan polisi. 

• Jasa yang hanya disampaikan pada saat-saat tertentu pada anggota, contoh SLI, SUJ, dan fans club artis. 

• Jasa yang hanya disampaikan pada saat-saat tertentu kepada yang bukan anggota, contoh jasa penyewaan mobil, restoran, bioskop dan angkutan umum. 

c. Jenis jasa berdasarkan hubungan dan karakteristik barang

    Yaitu berdasarkan tinggi rendahnya kontak yang harus dilakukan dan sifat khusus dari jasa tertentu atau modifikasi yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. 

d. Jenis jasa berdasarkan sifat permintaan dan penawaran

    Keseimbangan antara permintaan dan penawaran berbeda-beda diantara jenis-jenis industri jasa. 

e. Jenis jasa berdasarkan tersedianya tempat pelayanan

    Jika dikaitkan dengan jenis jasa di atas maka jasa perbankan termasuk pada jenis jasa berdasarkan pada tindakan yang dapat dilakukan khususnya jenis tindakan yang tidak nyata yang diarahkan kepada kekayaan konsumen.

4. Strategi pemasaran jasa

    Strategi pemasaran jasa merupakan suatu rencana keseluruhan pada suatu bisnis atau usaha lainnya untuk mengubah calon konsumen pontensial menjadi konsumen yang menikmati produk itu sendiri. 



Sumber :

Nurbaity L, A. (2004). Strategi Pemasaran dalam Persaingan Bisnis. Universitas Sumatra Utara, 1987, 1–14.

Karnelly, O. (2010). Hubungan Antara Pemasaran Jasa, Kepuasan, Dan Loyalitas Konsumen. Jurnal Aplikasi Bisnis, 1(1), 48–60.

Sumaryanto. (2009). STRATEGI SUKSES BAGI USAHA PEMASARAN JASA Sumaryanto Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Ekonomi Dan Kewirausahaan, 9(1), 53–65.


Kamis, 10 Desember 2020

Manajemen Pemasaran STP

 1. Konsep Inti STP

STP merupakan  salah satu model pemasaran yang penerapannya melibatkan tiga tahapan yaitu melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmen yang diyakini paling menguntungkan dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling bernilai. Fokus utama dalam model pemasaran STP ini adalah pada pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai bagi bisnis pada saat Merancang strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut.

STP marketing sendiri merupakan pendekatan atau model yang populer diterapkan banyak perusahaan dalam merancang strategi pemasaran. Beberapa kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning adalah:

• Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target. 

• Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk

• Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar

• Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif

2. Konsep Nilai Pelanggan

Nilai pelanggan (customer value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Menurut Kotler dan Armstrong (2008), Manfaat Nilai Pelanggan antara lain :

• Menciptakan kesetiaan dan retensi pelanggan 

• Menumbuhkan pangsa pasar 

• Membantu ekuitas pelanggan 

• Membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat itu

Didalam Konsep Nilai pelanggan ada pula penjelasan melalui sudut pandang yaitu antara lain : 

a. Pasar Grosir, Pengecer, Eksportir

1. Grosir 

Grosir merupakan istilah dalam dunia bisnis atau perdagangan yakni badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, pedagang besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya. Kegiatan jual beli grosir ini biasanya dalam jumlah yang relatif lebih besar, dan berhubungan dengan produsen. Berhubungan langsung dengan produsen ini lah yang secara tidak langsung menjadikan grosir sebagai salah satu media distribusi barang hingga ke pelanggan. Dilihat dari luas jangkauan atau daerah usahanya, grosir dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

• Grosir Lokal adalah Grosir yang unit kegiatannya meliputi suatu kota tertentu. Misalnya grosir tingkat kabupaten. 

• Grosir Wilayah adalah Grosir yang batasan kegiatannya cenderung lebih luas, biasanya melayani kegiatan jual beli antar provinsi.

• Grosir Nasional adalah Grosir yang memiliki luas daerah pemasaran meliputi suatu negara

2. Pengecer

Pengecer atau disebut pula ritel adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barangsecara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer. Pada praktiknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.

3. Ekspor 

Ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. 

b. Pelanggan lokal, nasional dan internasional

• Pelanggan lokal adalah pelanggan yang berasal dari sekitaran tempat produksi, misalnya masih dalam suatu wilayah yang sama seperti satu kecamatan, atau kabupaten

• Pelanggan nasional adalah pelanggan yang mencakup seluruh wilayah dalam satu negara.

• Pelanggan Internasional adalah pelanggan yang berasal dari negara lain. 

3. Segmenting (Segmentasi Pasar)

Segmentasi merupakan suatu strategi untuk memahami struktur pasar. Pada tahap ini diperlukan identifikasi dan pemanfaatan peluang pasar. Pertama, peran segmentasi dapat memungkinkan pemasar menjadi lebih fokus. Kedua, segmentasi memungkinkan pemasar mendapat insight mengenai peta kompetisi dan sisi pasar. Ketiga, segmentasi pasar merupakan basis untuk memudahkan pemasar mempersiapkan tahap berikutnya. Keempat, segmentasi merupakan kunci untuk mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara berbeda.

Terdapat keterbatasan dalam melakukan segmentasi pasar yaitu beban biaya yang besar, memerlukan komitmen korporat, menyediakan informasi yang umum bukan individual.Selain keterbatasan yang ada terdapat juga manfaat atau kegunaan dari segmentasi pasar yaitu :

• Mengidentifikasi peluang pengembangan produk baru. 

• Mendesain program pemasaran dengan lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang homogen.

• Menngembangkan strategi pengalokasian sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik.

Menurut Assauri (2012), segmentasi pasar dibagi menjadi 4 variabel yaitu :

• Segmentasi perilaku adalah segmentasi yang ditinjau dari perilaku konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

• Segmentasi psikografis adalah segmentasi yang didasarkan pada ketertarikan dan kesukaan konsumen terhadap produk tertentu. 

• Segmentasi demografis adalah segmentasi yang dikelompokkan berdasarkan usia, ukuran keluarga, siklus kehidupan keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, agama, ras, generasi kewarganegaraan, dan kelas sosial. 

• Segmentasi geografis juga merupakan segmentasi berdasarkan tempat tinggal. Segmentasi ini akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan dan biaya operasional. Pengelompokan konsumen dapat dibedakan berdasarkan wilayah berupa pasar lokal, pasar regional, pasar nasional, dan pasar ekspor. 

4. Posiotining (Posisi Pasar)

Posisi pasar adalah kegiatan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang mudah diingat oleh konsumen. Posisi pasar dilakukan untuk menempatkan dan memposisikan produk pada pasar sehingga produk tersebut tampak berbeda dan menjadi terpisah dengan merek pesaing serta memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal keunikan produk kepada pelanggan. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan posisi pasar :

• Positioning berdasarkan atribut. 

• Positioning berdasarkan harga dan kualitas. 

• Positioning yang didasarkan atas aspek penggunaan atau aplikasi.

• Positioning berdasarkan pemakaian produk dengan mengaitkan produk dengan tipe konsumen.

Positioning berdasarkan kelas produk tertentu.

• Positioning berdasarkan pada posisi persaingan terhadap pesaing utama.

• Positioning berdasarkan manfaat. 

5. Targetting (Target Pasar)

Targeting adalah mengevaluasi beragam segmen untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus sesuai dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak dituju. Sebelum perusahaan melakukan targeting atau memilih konsumen sesuai dan akan dilayani terlebih dahulu perusahaan harus melakukan segmentasi yang baik.

• Terukur => kebutuhan, jumlah, berapa besarnya, wilayah, luasan.

• Substansial => cukup besar untuk dimasuki/ menguntungkan.

• Dapat dicapai => dapat dicapai oleh perusahaan.

• Dapat didiferensiasi => buat produk yang beda/ unik.

• Dapat ditindaklanjuti => dapat ditindak lanjuti dengan bauran pemasaran.


Sumber :

Assauri, Sofjan. 2012. Manajemen Pemasaran. PT Raja Grapindo, Jakarta

Kotler, Philip dan Armstrong, Garry. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.


UAS Manajemen Pemasaran

Susanti_180321100037_A Saya merupakan manajer pemasaran pada PT. Makmur Jaya yang memproduksi beras Merah Organik. Tujuan dari perusahaan ka...