Rabu, 25 September 2019

Produksi dan Proyeksi Keuangan

   
            Produk adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebeutuhan orang lain. Dikatan produksi saat mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang/jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan seluruh biaya dihitung dengan benar yang bertujuan supaya tidak terjadi kerugian.
Dalam memproduksi suatu barang/jasa, seorang pengusaha haras mengetahui sumber daya utama, yaitu;
1. Peralatan yang digunakan
Dalam membuat suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses produksi. Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada awal usaha supaya usahanya berjalan lancar, seperti;
         a. Biaya promosi awal
         b. Biaya sewa Tempat
         c. Biaya Resiko
         d. Uang untuk membeli bahan baku awal produksi
2. Memahami dengan pasti alur proses produksinya
Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahapan dalam produksi yang dilakukan.
Biaya Produksi
    Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya Produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu;
1.    Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL)
Bahan baku utama yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain.
2.    Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
3.    Biaya Pendukung
Semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Maka jika tiga biaya-biaya diatas dijumlah total tiga biaya tersebut disebur Harga Pokok Penjualan atau biasa disingkat HPP.
                         RUMUS : HPP = (A ) + ( B ) + (C)
Menetapkan Harga Jual
Seorang pengusaha harus menentukan harga jual suatu produk, karna biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Menetapkan harga jual dilakukan dengan cara menghitung berapa biaya produksi dan berapa jumlah produk yang dihasilkan lalu menghitung harga jual supaya tidak mengalami rugi.
Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatan biaya tetap karna biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya.
Perhitungan Untuk Menutup Operasional
Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional (BEP).
                       RUMUS : BEP (Unit) = Total Biaya Operasinal 
                                                               Laba kotor per unit
Perhitungan Balik Modal
Hal ini dilakukan supaya seorang pengusaha bisa mengetahui kapan modal seorang pengusaha itu kembali.
                        RUMUS : Balik Modal (Unit) = Total Biaya Memulai
                                                                           Laba kotor per unit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UAS Manajemen Pemasaran

Susanti_180321100037_A Saya merupakan manajer pemasaran pada PT. Makmur Jaya yang memproduksi beras Merah Organik. Tujuan dari perusahaan ka...